2017-06-20

Magic of 2015 (Part 1): Seperti Awal yang Sempurna

Foto: suitcasestories.com

Hari itu, Rabu, 31 Desember 2014 setelah sholat Maghrib, aku berpamitan kepada ayah dan ibuku. Kemudian aku bergegas ke tempat keberangkatan bus. Sekitar satu jam menunggu, akhirnya bus yang aku tunggu tiba. Bus terakhir yang datang malam itu, dan kebetulan hanya aku sendiri yang naik bus itu dari tempatku berangkat. Aku memulai perjalananku menuju Jakarta.

Seperti biasa, aku memesan tiket bus Handoyo langgananku tiap kali pergi ke Jakarta. Aku duduk di sebelah kanan belakang. Tak ada yang spesial sepanjang perjalanan. Beberapa kali ayah dan ibuku mengirim SMS menanyakan sudah sampai mana. Sekitar pukul 10 malam, bus sampai di tempat pemberhentian. Beberapa penumpang turun untuk membeli makanan dan menjalankan sholat Isya’, termasuk aku.

Sekitar setengah jam, kernet bus meneriaki para penumpang untuk segera naik. Bus yang kutumpangi lalu melanjutkan perjalanan. Hingga pada sekitar pukul 00.00 lewat sekian menit, dari jendela bus terlihat pesta kembang api yang memecah langit malam, tapi tidak terdengar suaranya. Beberapa orang pun terlihat berseliweran di tepi jalan untuk merayakan pergantian tahun dari 2014 ke 2015. Seketika aku menyadari kalau saat itu sudah memasuki tanggal 1 Januari 2015.

Tak lama setelah itu, bus melaju kencang. Tak ada lagi kembang api yang terlihat. Hanya kegelapan yang diselingi cahaya lampu kendaraan yang berpapasan dengan bus. Aku lalu sekadar memejamkan mata, tapi ternyata bablas tidur sampai beberapa jam.

=000=

Aku terbangun sekitar pukul setengah empat pagi buta. Sampai saat Shubuh tiba, ternyata bus tidak berhenti karena sedang melaju di jalan tol. Akhirnya kuputuskan untuk bertayamum dan menjalankan sholat di dalam bus, karena kondisi tidak memungkinkan. Sekitar satu jam perjalanan menyusuri tol yang membosankan, akhirnya aku tiba di kota kelahiranku, Jakarta. Aku turun di Terminal Pinang Ranti, Jakarta Timur. Kulihat jam di ponsel, dan masih menunjukkan pukul setengah enam.

Oh, iya. Aku lupa menjelaskan apa tujuanku ke Jakarta. Sebelumnya, aku berencana untuk bertemu dengan dua orang teman jauhku, namanya Boris Ramadeni dan Aldy Putra. Keduanya lebih tua dariku, makanya aku panggil “Mas”. Dua orang ini adalah orang-orang penting di balik situs Bisamagic.com. Waktu itu, situs ini adalah penyedia info sulap terbesar dan ter-update se-Indonesia. Bisa dibilang aku juga bagian dari mereka dalam Bisamagic Team. Ya, begitulah kami menyebutnya, biar keren.

Rencananya kami ingin membahas tentang proyek Bisamagic di tahun 2015. Sebab tepat pada 1 Januari 2015, situs Bisamagic.com genap berusia 1 tahun. Tapi ngomong-ngomong, kok saya masih di Terminal Pinang Ranti, ya?

=000=

Sesampainya di Jakarta, aku langsung menuju ke rumah nenek. Rumahnya dekat dengan terminal, mungkin kurang dari 1 kilometer kalau lewat ‘jalan tikus’. Di rumah nenekku ini juga ada oomku. Jadi, dalam beberapa hari, aku memang merepotkan mereka. 

Kuletakkan tubuhku sebentar di atas kasur sambil berdiskusi dengan Mas Boris dan Mas Aldy di grup BBM. Kita menentukan lokasi pertemuan hari itu juga. Sebenarnya aku masih mau istirahat, karena perjalanan yang lumayan melelahkan semalaman. Tapi akhirnya lokasi pertemuan kami pun telah disetel. 

Sehabis mandi, makan dan sholat Dzuhur, aku bersiap berangkat. Berkaca pada pengalaman sebelumnya, aku juga sudah membayangkan betapa mengesalkannya naik TransJakarta. Waktu itu memang masih belum trend ojek atau taksi online seperti sekarang. 

Perjalanan sekitar dua jam yang membosankan tidak perlu aku ceritakan. Aku memang tidak terlalu suka (atau tidak terbiasa) dengan kondisi lalu lintas di Jakarta. Maklum, orang desa. Di desaku macet hanya terjadi waktu orang-orang berjubel membeli takjil untuk berbuka puasa di bulan Ramadhan.

=000=

Setelah turun dari TransJakarta dan sekali naik angkutan kota alias angkot, aku pun tiba di lokasi, tepatnya di Mall Kota Kasablanka. Sebagai orang desa yang jarang masuk mall, aku sempat bingung saat sampai di dalam. Soalnya, dua rekanku itu belum sampai di lokasi. PING-ku masih belum mereka read di BBM. Akhirnya kuputuskan untuk mengitari mall sembari menunggu. Singkat cerita (karena aku berputar-putar di dalam mall lumayan lama), aku bertemu dengan Mas Boris dan Mas Aldy. Aku ingat kalimat pertama yang diutarakan Mas Boris pada pertemuan kedua kami itu. “Wah, orang kampung dateng, nih,” katanya sambil mesem.

=000=

Mas Boris kemudian menawarkan kami untuk masuk ke sebuah tempat ngopi. Sambil menunggu pesanan datang, kami pun mulai membahas tentang Bisamagic. Beberapa kali pula ada pembicaraan lain yang masih seputar sulap. Aku lupa persisnya bagaimana isi obrolan kami waktu itu. Tapi yang jelas, kami sangat bersemangat untuk mengembangkan Bisamagic . Seingatku ada beberapa poin yang menjadi pokok bahasan tentang rencana proyek Bisamagic di tahun 2015.

  • Sepanjang 2014 aku biasanya posting 5 artikel per hari. Tapi ternyata itu dianggap terlalu banyak. Aku, yang mengurusi konten-konten di blog.bisamagic.com, diminta untuk mem-posting paling banyak 2 artikel saja per hari.
  • Beberapa hal tentang tampilan website seingatku juga dibahas.
  • Menjadikan Bisamagic sebagai portal sulap yang menyasar semua kalangan. Bahkan Bisamagic mau dijadikan seperti agensi pesulap. Pesulap-pesulap di seluruh Indonesia rencananya akan didata sesuai dengan daerahnya masing-masing. Dengan begitu, jika ada perusahaan atau personal yang ingin mencari jasa pesulap, hanya tinggal masuk ke situs Bisamagic.com dan memilih pesulap yang tersedia di sekitar mereka. Mulia sekali, ‘kan rencana Bisamagic waktu itu?
  • Memikirkan bagiamana cara mendapatkan pemasukan lebih dari Bisamagic. Agensi pesulap masuk dalam rencana ini. Selain itu, penjualan peralatan sulap juga harus digenjot.

Tidak banyak yang aku ingat dari obrolan kami waktu itu. Intinya, Bisamagic ingin dibawa ke level yang berikutnya pada tahun 2015 .

Setelah ngobrol panjang lebar, kami pun akhirnya mulai ‘pamer’. Sebagaimana umumnya kalau sekelompok pesulap sedang kumpul, pasti ada yang main sulap untuk menghibur yang lain. Aku coba unjuk kebolehan dengan satu pak kartu. Kebetulan aku sedang mengembangkan sebuah permainan baru karyaku sendiri. Permainan itu sudah aku kembangkan selama kurang lebih setahun belakangan. Tapi waktu itu masih belum ada namanya.

Selesai bermain, sepertinya Mas Boris dan Mas Aldy lumayan terkesan. Mas Boris dan Mas Aldy menyampaikan beberapa masukan untuk karyaku ini. Saat itu aku berpikir untuk membuat karyaku itu menjadi sebuah DVD tutorial sulap, yang memang sedang trend di kalangan para pesulap. Mas Boris dan Mas Aldy pun mau ikut membantu lewat Bisamagic. Jadi, aku makin semangat untuk merampungkan karya yang belum kunamakan itu.
Aku, Mas Boris dan Mas Aldy setelah ngobrol panjang lebar, lalu difotoin oleh seorang mbak-mbak.

Tidak terasa, waktu sudah makin malam. Kami pun memutuskan untuk pulang dan berpisah. Tapi sebelumnya, Mas Aldy memintaku untuk datang ke acara Saturday Magic Night di hari Sabtu (3/1/2015). Ini semacam acara ngumpul para pesulap. Bukan sebatas ngumpul, tapi juga tempat belajar dan saling bertukar ilmu. Dulu acara ini bertempat di Red Top Hotel. Akhirnya aku, Mas Boris dan Mas Aldy pun sepakat bertemu lagi di acara itu untuk melanjutkan obrolan tentang Bisamagic.

=000=

Aku sampai di rumah nenekku sekitar pukul 11 malam. Sangat melelahkan. Tapi yang jelas, hari pertama di tahun 2015 seperti menjadi awal yang sempurna untuk mengawali semuanya. Aku makin optimis dengan tujuanku menjadi pesulap yang naik level dan ingin menggarap karya-karyaku yang lain.

=000=

Hari Jumat, 2 Januari 2017 jadi hari yang sibuk buatku. Di hari Sabtu aku sudah berjanji pada Mas Aldy untuk memperlihatkan permainan sulapku di Saturday Magic Night. Tapi kebetulan, aku tidak membawa banyak perlengkapan sulap ke Jakarta.

Sepulang sholat Jumat, aku pun mencari toko Alat Tulis Kantor (ATK) untuk membeli beberapa barang. Tidak jauh dari masjid, aku melihat ada toko ATK. Kalau kalian tahu, lokasinya ada di seberang Mall Tamini Square, Jakarta Timur. Di situ Aku membeli beberapa lembar kertas tebal, kertas HVS, cutter, penggaris, dan spidol. Hanya itu? Ya, aku memang akan menyiapkan sebuah permainan mentalism sederhana.

Sekitar jam 14.00 siang, aku lalu pulang ke rumah nenek. Aku langsung mengeluarkan barang-barang belanjaanku tadi dan mulai menggarap properti yang kubutuhkan. Sebelum adzan Maghrib, persiapan pun selesai. Malam harinya kusempatkan menulis skrip agar permainanku esok hari bisa lebih sempurna.
=000=

Sampailah di hari Sabtu. Aku tidak sabar untuk segera berkumpul dengan teman-teman pesulap di Saturday Magic Night. Aku berangkat setelah sholat Dzuhur. Ya, naik TransJakarta lagi. Setelah perjalanan yang lumayan melelahkan dan membosankan, aku turun di halte tepat di depan Masjid Istiqlal. Waktu itu hujan turun dan kebetulan sudah memasuki waktu Ashar. Aku memutuskan untuk sholat Ashar di Istiqlal dan beristirahat sejenak.

Waktu semakin sore, tapi hujan rintik tidak kunjung berhenti. Aku lalu nekat untuk melanjutkan perjalanan menuju ke Red Top Hotel, yang jaraknya lumayan jauh kalau ditempuh dengan jalan kaki. Berbekal Google Maps, aku mulai berjalan menyusuri trotoar. Di tengah jalan, hujan makin deras. Aku berteduh di trotoar bersama beberapa orang. Di sana aku saksikan betapa riweuhnya masyarakat ibukota saat hujan seperti ini. 

Lalu lintas tak kunjung lengang, tapi hujan sedikit reda. Tiga orang yang berteduh denganku pun mulai melanjutkan perjalanan mereka. Aku pun demikian. Walau pada akhirnya, beberapa menit dari tempatku berteduh tadi hujan kembali turun deras. Tapi aku abaikan agar bisa cepat sampai di lokasi. 

Beberapa menit kemudian, sambil melihat Google Maps, aku sampai di depan Red Top Hotel dalam kondisi hujan masih turun deras. Aku lalu numpang berteduh di pos satpam, sembari bertanya tempat acara Saturday Magic Night. Kalau tidak salah ada di ruang Saphire Lounge.

Aku masuk ke hotel tersebut dengan kondisi basah kuyup. Aku bertanya pada petugas yang ada di dekat pintu hotel, lalu aku diarahkan menuju ruang yang namanya Saphire Lounge itu. Masuk ke sana, sudah ada tiga orang yang menunggu. Mas Aldy bersama dua orang yang belum aku kenal. Setelah aku berkenalan, mereka ternyata adalah Arief dan Ciko. Kami ngobrol ngalor-ngidul membahas tentang sulap. Lumayan lama juga menunggu teman-teman pesulap yang lain datang. Mas Boris pun ternyata tidak bisa datang karena lagi kurang fit katanya.

Sampai akhirnya, rombongan teman-teman pesulap lain mulai datang. Ada satu orang yang paling aku tunggu-tunggu waktu itu. Aku mau memperlihatkan permainan yang sedang aku kembangkan kepadanya, sekaligus ngobrol tentang mentalism dengannya. Siapa dia?

Bersambung (Part 2)...
Read more

2017-06-10

Terima Kasih, Zlatan Ibrahimovic!

Foto: ESPNFC.com

Sepertinya baru kemarin para fans Manchester United merayakan euforia kedatangan seorang raja gol asal Swedia bernama Zlatan Ibrahimovic. Dihadirkan secara cuma-cuma dari Paris Saint-Germain, awalnya Ibra memang diragukan oleh banyak pengamat sepakbola Inggris. Bukan tanpa alasan, mengingat usia sang pemain yang saat itu sudah hampir 35 tahun. Kerasnya kompetisi sepakbola kasta tertinggi di Inggris dinilai akan membuat performanya tidak penuh.

Akan tetapi, para fans United tetap menaruh kepercayaan tinggi kepadanya. Kedatangan Zlatan Ibrahimovic di Kota Manchester pun disambut bak seorang raja. “I came like a king, I left like a legend,” begitu kata Ibrahimovic saat meninggalkan Kota Paris. Kalau Eric Cantona dijuluki sebagai “King of Manchester”, Ibra menyebut dirinya sebagai “God of Manchester”.

Semua yang dikatakan Ibra itu memang tidak berlebihan. Sebab kenyataannya, sepanjang musim 2016/17 Manchester United jadi sangat ketergantungan terhadap kontribusinya. Mengikuti empat kompetisi yang berbeda, peran Ibra begitu krusial bagi The Red Devils. Namun, kini para fans United harus mengucapkan selamat tinggal kepada Ibrahimovic.


Pada Jumat (9/6), Sky Sports mengabarkan kalau manajemen Manchester United tidak akan menawarkan kontrak anyar untuk Zlatan Ibrahimovic. Ya, seperti diketahui, Ibra hanya meneken kontrak sepanjang satu musim saja ketika datang ke Old Trafford awal musim lalu. Sesungguhnya ada opsi perpanjangan selama satu musim lagi dalam kontrak Ibrahimovic. Di bulan November 2016, Mourinho juga telah mengisyaratkan untuk meminta manajemen klub memperpanjang kontraknya.

Tetapi opsi itu kini tidak akan diambil oleh manajemen klub. Penyebabnya tidak lain adalah karena kondisi fisik Ibra. Awalnya memang tidak ada alasan bagi manajemen MU untuk tidak memperpanjang kontrak Ibra. Itu dikarenakan kontribusinya yang begitu besar bagi tim. Namun alur cerita seketika berubah di menit terakhir pertandingan leg kedua babak perempat final Liga Europa kontra RSC Anderlecht di Old Trafford, 21 April 2017 lalu. Ibrahimovic mendapatkan cedera parah pada ligamen lutut kanannya setelah salah mendarat di lapangan.

Ibra pun harus menjalani operasi untuk mempercepat proses pemulihan kakinya. Sayangnya, pemulihan cedera itu tidak bisa secepat yang diharapkan semua pihak. Tim dokter menyatakan Ibrahimovic harus menepi selama kurang lebih sembilan bulan ke depan. Dengan begitu, sang bomber asal Swedia diperkirakan baru bisa kembali ke lapangan hijau saat musim 2017/18 berjalan setengah musim. Manajemen MU pun tak mau mengambil risiko dengan memperpanjang kontrak seorang pemain yang baru bisa ditampilkan pada setengah musim kedua saja. Belum lagi bayaran Ibra juga terbilang besar di MU.

Saat ini kontrak Zlatan Ibrahimovic bersama United hanya tersisa sampai akhir bulan Juni saja. Setelah itu ia akan kembali berstatus bebas transfer. Agen sang pemain, Mino Raiola sempat menyampaikan kalau Ibra akan tetap berkarier di Eropa. Tapi belum jelas klub mana yang akan jadi pelabuhan baru Ibra.

Kabar mengenai MU yang melepas Ibra ini sendiri juga disampaikan oleh website resmi Premier League. Mereka merilis daftar pemain yang dilepas oleh klub-klub kontestan Premier League musim 2016/17. Pada bagian Manchester United, tertulis nama Zlatan Ibrahimovic di sana. Dengan begitu, selesai sudah perjalanan Ibra bersama United. Para fans pun berbondong-bondong mengucapkan terima kasih kepada ‘Sang Raja’.

Kontribusi Zlatan Ibrahimovic untuk MU


Zlatan Ibrahimovic mengawali kariernya di MU dengan cemerlang. Dalam pertandingan pramusim menghadapi Galatasaray, Ibrahimovic diturunkan sebagai starter oleh Jose Mourinho di partai debutnya. Hanya butuh waktu kurang dari empat menit bagi Ibra untuk membuka rekening golnya bagi Setan Merah. Itu pun dibuat dengan sebuah bicycle kick.

Foto: Skysports.com

Setelahnya, posisi Ibra nyaris tak tergantikan di ajang Premier League. Hanya hukuman dari FA dan cedera yang membuatnya tidak dimainkan oleh Mourinho. Secara keseluruhan Ibra bermain 28 kali di liga dengan total 2.437 menit bermain. Jika dijumlahkan di semua kompetisi, mantan penyerang Paris Saint-Germain itu bermain sebanyak 46 kali dari keseluruhan 64 laga yang dimainkan MU sepanjang musim 2016/17.

Jumlah gol yang dilesakkan Zlatan Ibrahimovic sepanjang berseragam Manchester United pun tidak sedikit. Ia memimpin daftar topskorer bagi United di semua ajang dengan torehan 28 gol. Rinciannya 17 gol di Premier League, 5 di Liga Europa, 4 di Piala Liga Inggris, 1 di Piala FA, dan 1 di Community Shield. Jumlah itu dilengkapi dengan torehan 10 assist yang ia kreasikan di semua pertandingannya.

Meski gagal menjuarai Premier League, namun MU telah diantarkan Ibrahimovic meraih beberapa gelar. Bisa dibilang mini treble. Di awal musim, satu gol Ibrahimovic menjadi penentu kemenangan Setan Merah atas Leicester City di ajang Community Shield. Trofi ‘formalitas’ yang diperebutkan oleh juara Premier League dan Piala FA pada musim sebelumnya itu pun jatuh ke tangan United untuk ke-21 kalinya.

Kembali tampil di Wembley, Ibra kembali menjadi pahlawan bagi United pada pertandingan final Piala Liga Inggris kontra Southampton. Mencetak gol pembuka dan penentu kemenangan, Ibra mengusung MU menang 3-2 atas Soton. Ia pun mengangkat trofi ke-32 dalam kariernya di ajang tersebut. Walau menjadi kompetisi kelas tiga bagi klub papan atas di Inggris, tapi lebih baik ketimbang tidak mendapat satu pun trofi domestik, ‘kan?

Musim Ibrahimovic sebenarnya nyaris sempurna andai ia ikut bermain di final Liga Europa. Sayangnya, cedera mengubah semua rencana. Padahal, partai final tersebut digelar di ‘rumah’ Ibrahimovic sendiri, di Friends Arena, Stockholm, Swedia, serta melawan mantan timnya, Ajax Amsterdam. Meski tampil tanpa sang bintang, United tetap bisa memenangkan laga dengan skor 2-0. Ibrahimovic pun tetap dikalungi medali dan bisa mengangkat trofi seberat 15 kilogram di hadapan para pendukung Manchester United dan publik Swedia.

Ketika beberapa pemain cedera yang lain seperti Marcos Rojo dan Ashley Young tertatih dengan memakai tongkat mereka untuk berjalan ke dalam lapangan, Ibra melepas tongkatnya dan berjalan terpincang-pincang sambil tersenyum lebar untuk memeluk rekan-rekannya di dalam lapangan. Ia juga mengangkat trofi Liga Europa seberat 15 kilogram itu dengan satu tangannya. Gelar Liga Europa ini pun menjadi gelar juara Eropa pertama yang diraih Zlatan Ibrahimovic sepanjang karier. Sayangnya, itu ternyata menjadi momen terakhir Ibra bersama The Red Devils.

Foto: Goal.com

Saat ini kabarnya Manchester United sudah menyiapkan beberapa nama sebagai pengganti Zlatan Ibrahimovic. Meski mempunyai pemain seperti Marcus Rashford di skuat, tapi sang ‘Singa Muda’ disebut-sebut membutuhkan partner untuk membimbingnya. Awalnya MU sudah sangat dekat untuk mendatangkan penyerang Atletico Madrid, Antoine Griezmann. Tapi peluang itu tertutup lantaran sang pemain memutuskan untuk tetap tinggal di klub. Sanksi larangan transfer pemain dari FIFA menjadi alasan Griezmann berkomitmen dulu dengan klubnya, setidaknya sampai musim depan.

Kemudian ada tiga nama kandidat lainnya, yaitu Andrea Belotti, Romelu Lukaku dan Alvaro Morata. Menurut kabar terbaru, Morata menjadi yang paling berpeluang untuk bergabung ke MU. Disebut-sebut kalau sang pemain sudah sepakat untuk gabung ke MU dan bekerja bersama Jose Mourinho. Kini hanya tinggal menunggu kesepakatan soal nilai transfer Morata dari kedua kesebelasan.

Terima kasih, Zlatan Ibrahimovic!

"Wherever I went I won, so I am like Indiana Jones."
- Zlatan Ibrahimovic

Simak cuplikan 28 gol Zlatan Ibrahimovic untuk Manchester United.

Read more