Kamis, 18 Mei 2017

Pertarungan Dua Monster yang Terluka

Foto: UEFA.com
Satu trofi Liga Europa ‘berhadiah’ satu tiket lolos langsung ke babak utama Liga Champions akan diperebutkan ‘dua monster yang terluka’. Ya, dua tim finalis Liga Europa 2016/17, yakni Ajax dan Manchester United, saat ini sedang tidak dalam kondisi yang baik di liga masing-masing. Akan tetapi, justru hal tersebut yang diperkirakan bakal menjadikan pertarungan puncak, pada Kamis (25/5) pekan depan semakin seru.

Ajax di musim ini sebenarnya berpeluang menjadi juara Eredivisie. Seandainya mereka berhasil mewujudkan target tersebut, beban untuk menjuarai Liga Europa setidaknya akan lebih ringan. Pasalnya, juara Eredivisie akan otomatis lolos ke fase grup Liga Champions musim berikutnya. Akan tetapi, Kasper Dolberg dkk. harus menerima kenyataan pahit di pekan terakhir kasta tertinggi liga Belanda itu.

Persaingan gelar juara Eredivisie harus ditentukan hingga pertandingan terakhir, dengan menyisakan Feyenoord dan Ajax sebagai kompetitornya. Memasuki pekan ke-34 lalu, Feyenoord hanya memimpin satu angka di belakang Ajax dengan 79 poin. Ajax pun membutuhkan tiga poin di pertandingan terakhir mereka, sambil berharap Feyenoord terpeleset di laga pamungkas mereka. Namun hal yang terjadi justru sebaliknya.

Di laga terakhir melawan Willem II, Ajax memang meraih kemenangan 1-3. Di satu sisi, Feyenoord ternyata juga sukses berpesta di markas sendiri dengan skor 3-1 atas Heracles. Alhasil, di klasemen akhir Feyenoord tetap unggul satu angka dari Ajax dan mengukuhkan diri sebagai juara Eredivisie 2016/17. Ajax, yang finis kedua di klasemen akhir pun ‘hanya’ mengantongi tiket untuk tampil di Liga Champions lewat babak play-off.



Dengan kondisi ini, Ajax dipastikan bakal menghadapi partai puncak Liga Europa dengan kondisi ‘marah’ dan pastinya akan mengerahkan seluruh kemampuan terbaik mereka, beramunisikan para penggawa muda. Ini jelas menjadi sinyal peringatan bahaya bagi Manchester United, yang kondisinya justru lebih mengkhawatirkan di liga.

Bagaimana tidak, United benar-benar kehilangan tajinya di pentas Premier League. Setelah membuat rekor tak terkalahkan sepanjang 25 pertandingan di liga, mereka langsung tumbang di dua laga terakhir secara beruntun dari Arsenal dan Tottenham Hotspur. Dua kekalahan itu terjadi setelah The Red Devils mengalahkan Celta Vigo dengan agregat 2-1 di Old Trafford dan mengamankan satu tiket final Liga Europa.

Jose Mourinho kemudian langsung mengambil tindakan dengan menyimpan pilar-pilar utamanya pada sisa pertandingan Premier League. Dengan tujuan, agar timnya bisa tetap prima di laga final Liga Europa nanti. Alhasil, di dua laga tandang kontra Arsenal dan Tottenham, Setan Merah tampil dengan skuat seadanya.

Sayangnya, perjudian ini tidak berjalan mulus. Mourinho harus membayar mahal pilihannya itu dengan benar-benar mengorbankan peringkat empat besar liga. Saat ini, United sudah tidak berkesempatan lagi menembus peringkat empat besar. Namun, MU yang kini bertengger di peringkat keenam klasemen setidaknya sudah aman dari kejaran tim-tim di bawah mereka.



“Tim seperti Manchester United memang seharusnya mementingkan trofi ketimbang hanya mengejar empat besar,” begitu kata Mourinho dalam salah satu pernyataannya.

Secara historis, pernyataan itu ada benarnya juga. Manchester United memang sangat identik dengan gelar juara. Trend mengejar empat besar pun baru terjadi setidaknya dalam empat musim terakhir. Saat ini Mou tengah berusaha untuk membangun kembali kejayaan United yang sempat runtuh. Salah satu jalannya adalah dengan menjuarai Liga Europa. Secara sistematis, Liga Europa saat ini juga menjadi satu-satunya jalan MU menuju ke Liga Champions musim depan, setelah gagal total di liga.

Tapi yang kini menjadi kesangsian, bagaimana kalau seandainya United kalah dari Ajax di final Liga Europa? Alih-alih ingin meraih trofi dan bermain di Liga Champions musim depan, MU malah bisa saja kembali harus berkutat di ‘Liga Malam Jumat’.

Pertemuan Ajax vs Manchester United di babak 32 besar Liga Europa, 16 Februari 2012 di Amsterdam Arena. Foto: Jasper Juinen/Getty Images.

Di luar dari semua itu, jika mengambil sisi positif dari kondisi Ajax dan Manchester United saat ini, harusnya keseruan laga final di Liga Europa tidak akan berkurang dan sama panasnya dengan persaingan di final Liga Champions antara Real Madrid dan Juventus. Apalagi, dua finalis Liga Europa ini juga bak Monster yang mempunyai sejarah besar, baik di ajang domestik maupun di kancah Eropa.

Ajax mengoleksi 33 gelar juara Eredivisie, 4 gelar Piala/Liga Champions dan 1 gelar Liga Europa. Sementara MU mempunyai 20 gelar juara divisi teratas liga Inggris dan 3 Piala/Liga Champions. Keduanya sama-sama mempunyai cerita manis di liga maupun di Eropa.

Untuk itu, walau hanya memperebutkan trofi kompetisi antarklub kelas dua di Eropa, tapi dengan berbagai fakta dan statistik yang telah disajikan tadi, dua monster yang terluka ini sepertinya akan tetap menyuguhkan sebuah pertarungan dengan pertaruhan gengsi yang besar demi pencapaian prestasi tertinggi.

Fakta Unik:

  • Pertemuan kedua tim di laga final ini sangat emosional karena Ajax merupakan bekas klub Zlatan Ibrahimovic di masa mudanya. Sayangnya, Zlatan tidak bisa tampil di final karena cedera lutut parah yang dialaminya beberapa waktu lalu. 
  • Kiper legendaris MU, Edwin van der Sar, juga merupakan legenda klub Ajax dan saat ini menjadi salah satu pejabat di tim tersebut. 
  • Laga akan digelar di Friends Arena di Stockholm, Swedia, stadion yang mempunyai patung Zlatan Ibrahimovic di dalamnya.
Patung Zlatan Ibrahimovic. Foto: irishmirror.ie.
Read more

Senin, 08 Mei 2017

Empat Besar atau Sudahi Puasa 40 Tahun, Mou?

Foto: ESPNFC.com
Manchester United mendapatkan hasil buruk kala bertandang ke Emirates Stadium, markas Arsenal, dalam lanjutan pekan ke-36 Premier League, hari Minggu (8/5) malam WIB. The Red Devils takluk dua gol tanpa balas, lewat gol Granit Xhaka (54’) dan gol sang mantan, Danny Welbeck (57’). Hasil ini pun semakin memperkecil peluang United untuk bisa finis di peringkat empat besar pada klasemen akhir.

Kini, United bertengger di peringkat kelima dengan perolehan 65 angka dari 35 laga. Mereka hanya terpaut dua angka dari Arsenal di peringkat keenam, yang baru memainkan 34 laga. Itu artinya jika di laga ke-35 The Gunners berhasil meraih poin penuh, Mesut Ozil dkk. tentu bisa menyalip MU. Kondisi ini tak pelak membuat para fans Setan Merah bergejolak.

Sumber: Google
Ada hasrat untuk terus memperjuangkan posisi empat besar di klasemen liga. Tapi, MU juga harus mencurahkan konsentrasi penuh demi mencapai gelar juara Liga Europa. Ya, saat ini MU memang masih punya dua cara untuk bisa memperoleh tiket ke Liga Champions musim depan. Selain dengan finis empat besar di liga, MU juga bisa mendapatkan tiket UCL dengan menjuarai Liga Europa. Untuk saat ini, cara kedua dinilai lebih realistis.

Jika melihat pertandingan melawan Arsenal, dapat dilihat kalau Jose Mourinho sepertinya memang sudah ‘menyerah’ untuk mengejar empat besar di Premier League. Hal itu ditunjukkan dengan tidak dimainkannya beberapa pemain kunci seperti Eric Bailly, Antonio Valencia, Paul Pogba, hingga Marcus Rashford. Nama terakhir baru masuk di menit ke-63.



Mourinho juga memainkan bek muda, Axel Tuanzebe selama 90 menit penuh. Begitu pula dengan pemain debutan, Scott McTominay, yang masuk menggantikan Juan Mata di menit ke-84. Karakter menyerang United seperti biasanya tidak terlalu tampak di laga tersebut. Beberapa peluang emas pun terbuang sia-sia karena tidak adanya finisher yang mumpuni. Wayne Rooney, pemain yang paling banyak melepas tendangan ke arah gawang (6), bahkan sama sekali tidak bisa menjebol gawang Arsenal yang dikawal Petr Cech.

Sebelum laga melawan Arsenal, Mourinho sebenarnya juga sudah memberikan sebuah tanda mengenai perjalanan Manchester United di sisa musim ini.

“Kami akan mencoba. Tentunya kami tidak akan meminta mereka (Arsenal) untuk mengalahkan kami. Kami datang ke sini untuk memperjuangkan hasil,” kata Mourinho dalam konferensi pers sebelum pertandingan.

“Tapi itu sepertinya sulit diwujudkan. Saya tidak bisa memainkan tim yang sama di sini dengan di hari Kamis nanti (melawan Celta Vigo).”

“Saya kira, laga terakhir melawan Swansea City menjadi peluang terakhir kami untuk memperjuangkan posisi empat besar. Jadi, saya memilih untuk mengistirahatkan pemain,” ujarnya.



Hal tersebut seolah mengamini perkiraan kalau Manchester United memang benar-benar mengorbankan salah satu dari dua kompetisi yang masih mereka ikuti saat ini, yaitu Premier League. MU pastinya akan betul-betul berjuang di laga semi final leg kedua Liga Europa kontra Celta di Old Trafford pada Jumat (11/5) dinihari WIB. Maklum saja, ini adalah satu-satunya ajang yang belum pernah dimenangi oleh MU selama 40 tahun keikutsertaan mereka. Dalam delapan edisi yang diikuti The Red Devils, pencapaian di musim ini pun menjadi yang terbaik.

MU telah berada di babak semi final saat ini dan sukses memenangkan leg pertama kontra Celta Vigo dengan skor 1-0. Leg kedua akan berlangsung di Old Trafford, serta seharusnya tidak sulit bagi United untuk mengamankan keunggulan atau bahkan menambahnya.

Untuk susunan pemain sendiri, sudah dipastikan kalau di laga melawan Celta nanti MU akan kembali tampil full team. Tentunya minus Marcos Rojo dan Zlatan Ibrahimovic. Kabar baiknya, semua pemain yang cedera kecuali dua nama barusan sudah pulih dan bisa ditampilkan. Phil Jones dan Chris Smalling sudah bermain selama 90 menit di laga kontra Arsenal. Begitu pula dengan Mata, yang juga dipasang sebagai starter. Ada kemungkinan tiga pemain tersebut tidak akan menjadi starter pada pertandingan tengah pekan ini. Berikut adalah perkiraan susunan pemain Manchester United untuk menghadapi Celta Vigo, pada 11 Mei mendatang.



Jadi, kalau Mourinho ditanya “haruskah korbankan satu (PL atau UEL), Mou?” Pelatih berjuluk The Special One itu pastinya akan menjawab dengan mantap: “Ya, dan itu adalah Premier League.”
Read more

Selasa, 02 Mei 2017

Krisis Besar United Jelang Akhir Musim

Foto: Manchester Evening News
Manchester United baru saja memecahkan rekor klub, dengan menjalani 25 pertandingan beruntun di Premier League tanpa terkalahkan dalam satu musim. Mengalahkan rekor sebelumnya, yakni 24 pertandingan tak terkalahkan, saat United masih ditangani Sir Alex Ferguson pada musim 2010/11 lalu. Sementara itu, musim 2016/17 masih menyisakan empat pertandingan lagi bagi Setan Merah. Mereka juga masih harus melakoni dua leg pertandingan kontra Celta Vigo di semi final Liga Europa. Namun, menuju akhir musim krisis besar justru melanda tim besutan Jose Mourinho ini.

Bagaimana tidak, mendekati laga leg pertama semi final Liga Europa pada Jumat (5/5) dinihari WIB, MU masih harus kehilangan setidaknya delapan pemain mereka harus absen akibat cedera. Terbaru, Luke Shaw dan Eric Bailly menambah panjang daftar cedera pemain United dalam pertandingan kontra Swansea City di Old Trafford, pada Minggu (30/4) malam WIB.



Keduanya mengalami cedera engkel dan belum dipastikan kapan keduanya akan kembali. Mourinho pun merasa cemas terutama dengan cedera yang dialami Shaw. Hanya bertahan selama 10 menit di lapangan, Mou merasa kalau cedera yang dialami pemainnya itu memang sangat buruk.

Lini pertahanan pun menjadi yang paling keropos bagi Manchester United saat ini. Praktis hanya Daley Blind, bek tengah senior yang tersisa dan siap untuk dimainkan di laga kontra Celta Vigo tengah pekan ini. Pasalnya, sebelum Bailly, Marcos Rojo, Phil Jones dan Chris Smalling sudah terlebih dahulu menepi akibat cedera. Ditambah dengan tidak adanya Tim Fosu-Mensah dan Luke Shaw, yang makin menambah lengkap daftar cedera bek United.



Sejatinya, posisi Blind adalah seorang gelandang. Ia juga lebih sering diplot sebagai bek kiri ketimbang bek tengah. Tapi setidaknya dalam tiga laga terakhir yang dijalani United, Blind membuktikan ketangguhannya menjaga kedalaman pertahanan timnya saat diduetkan dengan Bailly.

Beruntung, semakin parahnya krisis di lini belakang MU tidak diikuti dengan krisis pemain di lini tengah, yang perlahan mulai membaik. Gelandang asal Spanyol, Juan Mata sudah pulih dari cederanya dan telah berada dalam skuat United di laga kontra Swansea lalu. Walau, pada akhirnya Mata hanya duduk di bangku cadangan.

Tapi, setelah laga tersebut Mata tampak melakukan sesi latihan khusus bersama seorang pelatih di atas lapangan Old Trafford. Laga kontra Celta di Liga Europa pun diharapkan menjadi momentum comeback bagi Mata. Duet Juan-Der (Mata dan Ander Herrera) atau Micky-Mata pun sangat dinanti-nantikan para fans The Red Devils.



Di sisi lain, gelandang MU lainnya, Paul Pogba, juga diprediksi akan kembali bermain di partai semi final leg pertama Liga Europa kelak. Hal itu diungkapkan sendiri oleh Mourinho, yang juga sengaja menyimpan Pogba pada laga melawan Swansea, agar bisa fit sepenuhnya saat United berkunjung ke markas Celta Vigo di Spanyol.

Sementara untuk ajang domestik, Manchester United masih belum bisa menurunkan Marouane Fellaini dalam dua pertandingan ke depan atau saat menghadapi Arsenal dan Tottenham Hotspur. Gelandang asal Belgia itu terkena sanksi larangan bertanding di tiga laga karena kartu merah yang didapat saat melawan Manchester City tengah pekan lalu.

Terlepas dari itu semua, ternyata badai cedera tidak hanya terjadi di tim senior Manchester United saja, tapi juga terjadi di tim U-23 dan U-18. Total ada 22 pemain MU di semua level yang absen karena cedera atau sanksi. Berikut daftar selengkapnya.


Read more