2017-10-23

Bagaimana Fantasy Football Merusak Keintiman Fans dan Tim Favoritnya

apa itu fantasy football

Belakangan ini ada satu keresahan yang rasanya sudah semakin mengganggu kecintaan saya terhadap sepakbola, terutama pada tim favorit saya, Manchester United. Keresahan tersebut bernama “Fantasy Football”, sebuah permainan online yang selama bertahun-tahun menjadi candu bagi beberapa penggemar sepakbola. Saya sebut ‘beberapa’, karena memang ada sebagian lain yang tidak menyukai permainan ini. ‘Beberapa’ tersebut mungkin juga tidak setuju dengan pendapat saya.

Sekitar dua atau tiga tahun lalu sebenarnya saya masih belum mengendus keberadaan permainan Fantasy Football. Hingga akhirnya pada pertengahan musim kompetisi 2015/16, saya mengunduh aplikasi resmi Premier League di Play Store dan mulai mengenal Fantasy Premier League (FPL). Ini adalah jenis permainan Fantasy Football khusus untuk tim-tim dan para pemain yang bertanding di English Premier League.


Secara sederhana, dalam permainan ini saya dituntut untuk menjadi manajer sebuah tim fantasi alias tim versi saya sendiri. Disediakan modal sebesar 100 juta poundsterling untuk membentuk tim yang terdiri dari 15 pemain. Lalu di setiap pekannya, saya harus menyusun line up dengan 11 pemain terbaik di tim saya dan 4 pemain lainnya menjadi cadangan.

Nantinya akan ada poin yang dikumpulkan oleh setiap pemain. Kemudian poin-poin tersebut diakumulasikan selama satu musim penuh. Adapun poin-poin yang didapat akan bergantung pada performa pemain jagoan saya di pertandingan sebenarnya. Apakah mereka mencetak gol, membuat assist, clean sheet, melakukan penyelamatan, dan berbagai aspek lain bisa memengaruhi perolehan poin di permainan FPL.

Untuk FPL sendiri, biasanya ada pihak ketiga yang membuat liga-liga privat dengan iming-iming hadiah, mulai dari uang, pulsa, jersey, sebagainya. Nah, hal itulah yang membuat saya makin bersemangat untuk memainkan permainan ini, terutama sejak awal musim 2017/18. Ada belasan liga berhadiah yang saya ikuti, dengan harapan di akhir musim setidaknya ada satu liga yang dapat saya menangi dan bisa dapat hadiah.

Masih Pemain Baru di Dunia Fantasy Football


Sejujurnya, baru di musim ini saya mengikuti permainan Fantasy Football sejak awal. Tapi baru berjalan sembilan pekan, tiba-tiba muncul perasaan yang mengganggu. Bagaimana bisa saya merasa gembira ketika mendapatkan poin tinggi di Fantasy Football, tetapi pada kenyataannya tim favorit saya mengalami kekalahan?

Sebelum mengenal Fantasy Football, kekalahan Manchester United selalu berdampak pada mood saya. Masih teringat betul ketika di awal musim 2016/17 lalu The Red Devils kalah dari Chelsea dengan skor telak 4-0 di Stamford Bridge. Selama beberapa hari saya sama sekali tidak mengikuti aktivitas Manchester United di dunia maya. Saya unfollow MU di Instagram, Twitter, Facebook, LINE, sampai recent update di BBM pun tidak saya buka.

Baca Juga:


Begitu kecewanya saya melihat penampilan MU yang lini belakangnya begitu rapuh. Padahal di bursa transfer musim panas 2016 Jose Mourinho sudah menggelontorkan dana sampai ratusan juta euro untuk membeli pemain baru. Kekesalan saya baru terobati setelah beberapa hari kemudian MU berhasil mengalahkan Manchester City di Piala Liga Inggris.

Saya lalu teringat ketika dulu MU pernah juga kalah, bahkan dengan skor yang lebih telak. Beberapa tahun lalu saat saya masih duduk di kelas 12 SMA, pagi itu mood saya benar-benar hancur setelah menonton berita olahraga di TV. Manchester United kalah telak 6-1 dari Manchester City, dengan selebrasi Mario Balotelli yang makin bikin saya naik pitam.



Di sekolah, beberapa teman juga membahas soal kekalahan MU. Sampai dengan pulang sekolah, mood saya masih rusak dengan hasil pertandingan itu. Tapi, badai pasti berlalu. Beberapa hari kemudian saya berhasil move on. Walau di penghujung musim, City akhirnya berhasil memastikan diri meraih gelar juara Premier League secara dramatis di pertandingan terakhir.

Kembali soal Fantasy Football, yang sekarang ini sedikit banyak telah mengubah pola pikir saya dan perasaan saya terhadap Manchester United. Di dalam hati, saya adalah seorang fans MU. Tetapi ketika sedang menjadi manajer bagi tim fantasi, saya terkadang seperti tidak terlalu peduli lagi apakah MU menelan kekalahan, bermain seri atau mungkin menang. Hal terpenting bagi saya sebagai seorang manajer tim fantasi adalah pemain jagoan saya bisa tampil bagus dan berkontribusi bagi tim, entah dengan cara mencetak gol, membuat assist, clean sheet, dan sebagainya.

Beberapa dari kalian para pembaca, yang mungkin sudah lebih lama berkecimpung di dunia Fantasy Football ketimbang saya, mungkin juga berpandangan demikian. Tetapi pasti ada juga yang bilang kalau saya terlalu baper atau lebay.

Dibilang baper, memang iya. Sebab, saya mendukung tim favorit saya sejak kecil dan selalu pakai hati. Jika tim favorit saya kalah, saya juga ikut bersedih. Ketika menang, saya ikut gembira. Tapi perasaan itu belakangan ini jadi jarang saya rasakan. Keindahan dalam mencintai dan mendukung tim sepakbola favorit saya menjadi kurang berkesan.

Fantasy Footbal seperti sudah merusak keintiman saya dengan Manchester United. Di gameweek 9 Premier League 2017/18 akhir pekan lalu, MU kalah dari Huddersfield Town (21/10/2017) dengan skor 1-2. Wajah saya bisa saja tersenyum ketika bertemu dengan teman-teman, tapi sejujurnya mood saya masih rusak sampai ketika saya menulis artikel ini. Apalagi melihat beberapa tim pesaing terdekat berhasil meraih kemenangan telak dari lawan-lawannya.



Saya mungkin merasa senang karena Nicolas Otamendi mencetak satu gol ketika Manchester City menang 3-0 atas Burnley, karena di tim FPL saya ada nama bek internasional Argentina itu. Begitu pula dengan Harry Kane, striker tim FPL saya yang sukses membuat dua gol dan satu assist ke gawang Liverpool.

Tapi di satu sisi, saya selalu berprinsip untuk tetap mengutamakan pemain Manchester United di tim FPL saya. Setiap pekan harus ada tiga pemain MU (batas maksimal pemain dari satu tim), yang menjadi starter, sisanya baru saya ambil pemain dari tim lain. Entah apakah kebiasaan ini akan saya lakukan setiap minggunya sampai dengan musim 2017/18 berakhir atau justru akan berhenti di tengah jalan. Tanggung rasanya kalau berhenti di tengah jalan, karena peluang mendapat hadiah di liga-liga yang saya ikuti juga masih ada.

Sebelumnya, saya tidak pernah merasa sesenang ini ketika tim pesaing MU meraih kemenangan. Fantasy Football rasanya memang telah betul-betul mengganggu keharmonisan hubungan saya dengan Manchester United.
Read more

2017-09-09

Formasi FPL Terfavorit untuk Mendulang Poin Maksimal

formasi fpl

Dalam sepakbola, formasi yang diterapkan manajer tentu akan sangat menentukan hasil yang dicapai oleh sebuah tim. Nah, hal yang sama juga berlaku dalam permainan Fantasy Premier League. Meski poin dihitung bergantung pada performa dari setiap individu, namun formasi FPL juga bisa menentukan berapa banyak poin yang bisa didapat oleh tim fantasi tersebut pada tiap game week.

Di dunia nyata, seorang manajer bisa mengubah formasi timnya di tengah pertandingan ketika terjadi suatu hal yang di luar rencana. Akan tetapi, perubahan yang bersifat sementara itu tentu tidak bisa dilakukan oleh manajer FPL. Pasalnya, formasi yang dipilih oleh para manajer FPL tidak bisa diganti lagi setelah deadline. Lalu, formasi FPL seperti apa yang kiranya paling oke untuk mendulang poin maksimal di setiap game week?

Tiga Bek


formasi fpl

Banyak manajer FPL yang menyukai formasi tiga bek pada tim fantasi mereka. Padahal sebenarnya ada lima tempat untuk pemain belakang yang tersedia di line up. Tidak menutup kemungkinan alasannya adalah karena mereka ingin memaksimalkan pemain di posisi tengah dan depan, yang lebih berpotensi konsisten mendulang poin besar di setiap pertandingan.

Sebenarnya posisi bek juga cukup potensial mendulang poin besar. Bayangkan saja jika seorang bek bermain selama 90 menit penuh, melakukan clean sheet, mencetak gol atau membuat assist, serta mendapatkan bonus poin. Belum lagi jika pemain tersebut adalah kapten atau bahkan menggunakan “Triple Captain”. Poin yang didapat tentu akan sangat berlipat ganda.

Baca Juga:


Sayangnya, jarang sekali ada bek yang bisa melakukan hal seperti itu secara terus menerus di setiap game week. Di satu sisi, bek (dan penjaga gawang) juga berpotensi memberikan sumbangan poin paling kecil. Ini bisa terjadi ketika gawang timnya kebobolan atau si pemain mendapatkan kartu kuning/merah. Apalagi, kemungkinan seorang bek melakukan pelanggaran terhadap pemain lawan tentu lebih besar ketimbang pemain di posisi lain.

Oleh karena itu, untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya poin jeblok yang dihasilkan para bek, formasi tiga bek pun direkomendasikan untuk mendulang poin lebih besar. Sebelum musim 2017/18, sebenarnya ada chip All Out Attack”, yang memungkinkan manajer bisa hanya menggunakan dua bek saja dengan formasi 2-5-3. Tetapi chip tersebut saat ini sudah diganti dengan “Free Hit”.


Memilih Bek yang Tepat


Ketika menggunakan formasi tiga bek di tim fantasi, kriteria pemain seperti apa yang sebaiknya dipilih? Seorang bek akan mendapat poin besar apabila membuat assist atau mencetak gol. Nah, biasanya para pemain belakang yang sering membuat assist adalah seorang full-back atau wing back. Mereka umumnya akan sering melepas umpan ke dalam kotak penalti, yang berpotensi dikonversi menjadi gol oleh pemain lain. Tidak jarang pula mereka turut menciptakan gol.

formasi fpl

Di sisi lain, seorang center back juga tidak jarang bisa menyumbangkan gol. Biasanya mereka akan naik ke kotak penalti lawan ketika timnya mendapatkan tendangan sudut atau tendangan bebas. Selain itu, pilihlah pemain belakang yang juga sering mengambil servis bola mati di daerah lawan, yang tentunya juga berpotensi berbuah assist atau gol. Dengan begitu, maka tiga bek yang Anda pasang dalam formasi FPL tidak akan sia-sia.

Tips formasi FPL:
  • full-back atau wing back,
  • center back yang sering overlap,
  • pengambil servis bola mati.

Formasi FPL 3-4-3: Fokus Utama Striker


formasi fpl

Menentukan berapa jumlah pemain tengah dan depan yang harus diturunkan juga kerap membuat manajer FPL pusing. Dari tujuh tempat yang tersisa setelah menempatkan tiga bek (dan satu penjaga gawang), ada lima tempat kosong untuk gelandang dan tiga untuk striker. Berapa pembagian yang paling tepat untuk pemain-pemain di dua posisi tersebut? Jawabannya adalah tergantung pada komposisi pemain yang Anda punya.

Jika Anda mempunyai tiga pemain depan tajam dan sedang oke-okenya, maka memainkan ketiganya secara bersamaan bukan masalah. Dengan begitu maka Anda akan menggunakan formasi 3-4-3. Dalam formasi FPL ini, biasanya manajer memang fokus untuk mendulang poin dari pemain depan alias striker.

Tips formasi FPL:
  • berinvestasi dengan membeli tiga striker tajam (dan mahal).

Formasi FPL 3-5-2: Fokus Utama Gelandang


Di sisi lain, Anda juga bisa menggunakan formasi FPL 3-5-2. Biasanya ini dilakukan oleh manajer FPL yang ingin memanen poin lebih banyak dari para pemain tengah. Dua striker saja sudah cukup, sedangkan satu striker lainnya biasanya adalah pemain medioker, yang akan sangat jarang berada di line up.

Tidak dipungkiri bahwa poin yang bisa dikumpulkan oleh seorang gelandang dalam satu pertandingan memang berpotensi lebih besar dari striker, jika mereka berhasil mencetak gol atau membuat assist. Maka dari itu, apabila Anda memilih formasi FPL 3-5-2, disarankan supaya memilih pemain tengah kreatif dan sering menciptakan peluang untuk dirinya sendiri atau rekannya.

formasi fpl

Nah, umumnya pemain yang berkarakter seperti itu adalah seorang attacking midfielder atau winger. Sebab, pemain yang menempati dua posisi tersebut akan sangat aktif membantu penyerangan. Sedangkan untuk holding midfielder biasanya akan lebih minim menyumbang poin, karena di atas lapangan mereka memang tidak difokuskan untuk membantu penyerangan. Kecuali, gelandang bertahan itu memang tampil sangat apik, mencatatkan clean sheet dan mendapat bonus poin. Tetapi hal tersebut tentu tidak akan terjadi secara rutin di setiap game week.

Tips formasi FPL:
  • attacking midfielder,
  • winger.

Nah, itu tadi rekomendasi formasi FPL terfavorit para manajer untuk mendulang banyak poin. Dengan menggunakan formasi tiga bek, baik 3-4-3 maupun 3-5-2, kemungkinan untuk mendapatkan poin besar pun lebih terbuka. Akan tetapi, menggunakan formasi empat bek dan lima bek juga sah-sah saja, karena setiap manajer FPL pasti punya alasan tersendiri mengapa mereka menggunakan formasi tersebut. Selamat mencoba.
Read more

2017-09-01

Pesta Sulap Semarang Magic Community

Foto: Instagram/semarangmagic

Seperti sebuah trik sulap yang semakin sempurna jika terus diasah dan dilatih secara serius, Semarang Magic Community (SMC) juga tumbuh bersama para pegiat sulap yang secara tulus menyumbangkan tenaga dan pikiran mereka dari waktu ke waktu demi sebuah kemajuan. Memasuki tahun 2017, komunitas pesulap-pesulap Kota Lumpia itu pun telah memasuki tahun ketujuh mereka tumbuh dan berkembang bersama.

Semarang Magic Community akan merayakan hari jadi mereka yang ketujuh. Komunitas sulap terbesar di kota Semarang ini rencananya akan mengadakan sebuah ‘pesta sulap’, yang menjadi salah satu agenda perayaan hari jadi mereka. Pertunjukan sulap bertajuk “Return of the Poseidon Trident” akan menjadi tanda semakin menuanya usia komunitas ini.

One Semarang, One Community, One Family”, begitu slogan SMC untuk menggambarkan betapa eratnya tali persaudaraan di antara para anggotanya dan selalu menjadi penghubung antara pesulap dan penikmatnya.

A post shared by Semarang Magic Community (@semarangmagic) on

Adapun pertunjukan sulap akbar yang telah dirancang oleh SMC ini akan berlangsung pada hari Sabtu (9/9/2017), pukul 19.00 WIB, di Wisma Perdamaian, Tugu Muda-Semarang. Apa yang spesial dari pertunjukan sulap ini? Banyak hal spesial yang pastinya sayang untuk dilewatkan, terutama bagi para penggila sulap. Selain diramaikan oleh pesulap Semarang, ada pula tiga pesulap ibukota yang akan turut meramaikan acara ini.

Tiga guess star di pertunjukan sulap “Return of the Poseidon Trident” tersebut adalah Jiban, Russell Rich dan Indra Frenos. Acara ini didukung pula oleh seniman sulap handal dari JOGLOSEMAR (Jogja-Solo-Semarang), yaitu D’Rowman Rowmiruz (SMC), Dodox Decaprio (SMC), El Cazo Dejavu (SOLMAC), dan Gara Sulistya (KMJ).


Masih ragu untuk datang ke pertunjukan sulap keren ini? Salah satu pengisi acara, Jiban, melalui akun Facebook-nya menyampaikan pesan kepada para penikmat sulap yang penasaran untuk menyaksikan pertunjukan sulap “Return of the Poseidon Trident” ini.

“Jack Ma bilang jangan jadi yang terbaik. Jadilah yang pertama. Jadi yg terbaik kursinya cuma satu dan yg berebut banyak. Jadi yg pertama, bahkan ga ada yang tau disitu ada kursi. Me and my 2 good friends (plus 4) will share a stage, and we are among the few who become the 1st in this field. Yang pertama yang nge direct konser mentalism, yang pertama konser indie, yang pertama dapet penghargaan dari AMA, ya g pertama punya konten konser sendiri, yang pertama dapet kehormatan buat konser di semarang. Dan kamu, bisa juga jadi yang pertama. Yang pertama beli tiket (eaaa), dan yang pertama jadi saksi konser magic di Semarang.”

Bagaimana cara mendapatkan tiketnya?


Nah, buat kalian yang penasaran dan ingin menonton pertunjukan sulap spesial ini, tiket sudah bisa dipesan melalui kontak WhatsApp 082242400089 (Elang), 089672642897 (Cecil) atau 08995526550 (Bebo). Harga per tiketnya adalah Rp 25.000,00 untuk presale 1 dan Rp 30.000,00 untuk presale 2. Buruan pesan sebelum kehabisan tiket!


Selamat untuk Semarang Magic Community atas apa yang telah dicapai sejauh ini. Semoga di tahun ketujuh dan selanjutnya, anggotanya bisa terus bertambah dan makin solid. Salam Magic Lumpia!
Read more

Tips Transfer Pemain FPL Saat Jeda Internasional

tips transfer pemain fpl

Ketika Premier League sedang seru-serunya, hal yang paling mengganggu adalah datangnya jeda internasional. Masa ini biasanya akan menunda keseruan liga-liga di Eropa selama satu atau dua minggu. Alih-alih menantikan pertandingan seru antar negara, biasanya para manajer Fantasy Premier League (FPL) justru memikirkan hal berbeda.

Salah satunya adalah berharap agar pemain jagoannya di skuat FPL mereka tidak terdampak ‘virus FIFA’ alias cedera yang kerap melanda pemain-pemain Premier League yang memperkuat tim nasional mereka. Tidak ada pertandingan Premier League di akhir pekan dan deadline masih cukup lama. Dalam situasi seperti ini, hal apa yang sebaiknya dilakukan oleh manajer FPL?

Tetap Pantau Pemain


tips transfer pemain fpl

Ketika jeda internasional, memang tidak semua pemain dipanggil untuk memperkuat timnas. Oleh karena itu, dapatkan informasi apakah ada pemain di skuat FPL kalian yang dipanggil ke timnas atau tidak. Jika ada, terus pantau situasi terkini pemain tersebut lewat situs-situs berita atau dengan menonton pertandingannya bersama timnas.

Dengan melakukan hal ini, maka kalian bisa mendapatkan beberapa informasi. Pertama, kalian bisa tahu performa terkini si pemain selama bermain di timnas. Apakah performanya sedang di atas atau malah flop.

Kedua, kalian juga jadi bisa tahu ketika si pemain mengalami cedera. Biasanya, akan ada pengumuman langsung dari pihak timnas terkait tentang kondisi cedera si pemain. Seberapa parah cederanya dan berapa lama dia harus menepi patut diketahui. Jadi, kalian bisa mengambil keputusan secara jelas untuk tetap memasang si pemain, mencadangkannya atau menjualnya.

Transfer Dekat Deadline


tips transfer pemain fpl

Jangan terlalu ngebet untuk melakukan transfer pemain. Lakukan dulu hal pertama tadi, yaitu memantau pemain yang ada di skuat kalian. Kemudian, barulah lakukan transfer saat mendekati deadline atau setidaknya sampai pertandingan-pertandingan internasional berakhir, dan para pemain sudah kembali ke Inggris.

Baca Juga:


Ini bisa menghindarkan kalian dari kerugian, misalnya seperti terlanjur membeli atau menjual pemain. Selain itu, beberapa jam sebelum pertandingan biasanya juga akan ada kisi-kisi dari manajer tim mengenai siapa-siapa saja pemain yang dalam kondisi fit dan siapa yang belum siap untuk tampil sebagai starter.

Siapkan Cadangan Potensial


tips transfer pemain fpl

Siapa bilang pemain cadangan di FPL tidak ada gunanya? Justru setelah masa jeda internasional seperti ini, diperlukan pemain-pemain cadangan yang potensial. Selama ini kalian mungkin lebih sering menempatkan pemain cadangan yang biasa saja dan tidak pernah dimainkan. Tapi pasca jeda internasional, pemain cadangan mungkin bisa menyumbangkan poin untuk kalian.

Contoh kasus:

Seorang pemain inti sebuah tim memperkuat negaranya di luar Eropa dan harus menempuh perjalanan panjang. Ketika kembali ke Inggris mendekati agenda pertandingan berikutnya, sang pemain berada dalam kondisi tidak fit akibat kelelahan atau mengalami cedera minor. Manajer tim tentu tidak mau ambil risiko terkait kondisi pemainnya dan soal performa tim secara keseluruhan. Menjelang pertandingan, manajer tim akhirnya memutuskan untuk tidak membawa si pemain atau mencadangkannya. Padahal, di laga-laga sebelumnya dia selalu diandalkan dan menjadi starter.

Kalau terjadi situasi seperti itu setelah deadline, manajer FPL bisa melakukan apa lagi? Tentu harapan ada pada para pemain cadangan. Setidaknya, slot pemain yang kosong karena tidak bermain itu tetap bisa terisi dan membuahkan poin dengan masuknya si pemain cadangan.

Memanfaatkan Chip yang Ada


Seperti diketahui, Fantasy Premier League mulai musim 2017/18 ini mempunyai formasi chip yang baru, yaitu Wild Card, Free Hit dan Triple Captain. Adapun Free Hit menggantikan All out Attack. Nah, apabila kalian menyadari situasi-situasi tertentu setelah jeda internasional, tidak ada salahnya untuk menggunakan salah satu chip.

Wild Card: chip ini bisa kalian gunakan ketika mungkin banyak pemain di skuat FPL kalian yang mengalami cedera atau dipastikan akan absen oleh manajer tim terkait.

Free Hit: seperti diketahui, Free Hit hanya berlaku selama satu game week saja dan bisa digunakan sekali dalam semusim. Fungsinya sama seperti Wild Card, yaitu untuk membebaskan kalian melakukan transfer pemain tanpa pengurangan poin (-4).

Triple Captain: setelah jeda internasional, mungkin kalian melihat ada potensi besar pada pemain-pemain tertentu. Terutama pada posisi gelandang atau striker, tidak ada salahnya jika kalian mengaktifkan Triple Captain untuk mendongkrak perolehan poin.

Berani Berspekulasi?


tips transfer pemain fpl

Dari beberapa poin yang telah dibahas tadi, hal terpenting yang perlu diperhatikan oleh para manajer FPL adalah harus tetap waspada dan berani berspekulasi. Tidak melakukan perubahan skuat dari game week sebelumnya pun sebenarnya bukanlah suatu kesalahan. Tapi jangan terlalu berani juga, ya. Pikirkan potensi penambahan poin atau bahkan pengurangan poin, yang bisa terjadi akibat transfer lebih dari satu pemain tanpa menggunakan Wild Card atau Free Hit. Kalau pun terpaksa melakukan banyak transfer tanpa menggunakan chip, pikirkan matang-matang apakah pengurangan poin tersebut akan balik modal atau tidak di akhir game week nanti.

BONUS


Jangan lupa tonton video-video rekomendasi pemain yang diunggah secara rutin oleh akun resmi Fantasy Premier League, baik di media sosial atau di situs resminya. Biasanya akan ada beberapa video preview yang diunggah menjelang deadline.

Jadi, sekiranya itulah beberapa hal yang perlu dilakukan oleh para manajer FPL ketika agenda Premier League terpotong oleh jeda internasional. Semoga bermanfaat!
Read more

2017-08-25

Grup yang ‘Tricky’ untuk MU di Liga Champions 2017/18

manchester united
Foto: AS

Setelah berhasil menjuarai Liga Europa musim 2016/17, Manchester United akhirnya kembali ke rutinitas mereka, yaitu tampil di Liga Champions. Anthem Liga Champions akan kembali terdengar di Old Trafford mulai bulan September nanti.

Adapun pengundian babak grup kompetisi antarklub paling bergengsi di benua Eropa ini telah dilakukan pada Jumat (25/8/2017) dinihari WIB. Manchester United tergabung dalam grup yang cukup tricky. Tim besutan Jose Mourinho masuk ke dalam Grup A, bersama Benfica, FC Basel dan CSKA Moscow.


Dikatakan tricky, karena Manchester United boleh saja memandang grup ini sebagai grup yang mudah. Namun, bukan berarti ketiga klub pesaing mereka tidak bisa membuat kejutan. MU harus berkaca pada pengalaman mereka di Liga Europa musim lalu, di mana nyaris tidak lolos dari penyisihan grup.

Sekilas Tentang Lawan-Lawan United


Secara kualitas dan pengalaman, Benfica mungkin akan menjadi lawan tersulit MU di Grup A. Bahkan 50 tahun lalu, Benfica pernah menjadi lawan MU di partai puncak European Cup (Liga Champions), yang akhirnya dimenangkan oleh Setan Merah. Total ada sembilan pertemuan kompetitif yang pernah dijalani kedua tim selama ini.

Menariknya, United dan Benfica akan punya keterikatan yang erat. Sebab, klub Portugal itu baru saja menjual salah satu bek mereka, Victor Lindelof, ke kubu Setan Merah di musim panas ini. Di sisi lain, Nemanja Matic juga pernah menjadi bagian dari klub asal Kota Lisbon itu. Lebih istimewa lagi karena Jose Mourinho pun sempat melatih Benfica di tahun 2000, setelah sebelumnya menjabat sebagai asisten pelatih.

Sementara itu FC Basel adalah juara Liga Swiss, yang pernah mengalahkan Manchester United di tahun 2011 silam, saat masih ditangani oleh Sir Alex Ferguson. Oleh karena itu, meski Basel menjadi tim kuda hitam di Grup A, namun MU tidak boleh memandang sebelah mata tim bimbingan Raphael Wicky ini.

Pengundian untuk slot terakhir di Grup A dilakukan oleh dua legenda Liga Champions, yaitu Francesco Totti dan Andriy Shevchenko. Pilihan jatuh pada CSKA Moscow, yang juga tidak bisa dianggap remeh oleh MU. Musim lalu saja, Setan Merah sempat kewalahan saat harus melayani wakil rusia lainnya di Liga Europa, FC Rostov.
Klasemen akhir Grup C Liga Champions 2011/12 (Wikipedia).
Perlu diingat, grup yang nyaris sama pernah membuat Manchester United tersingkir dari penyisihan grup Liga Champions musim 2011/12. Saat itu United berada satu grup dengan Benfica, Basel dan satu klub non-unggulan, Otelul Galati. Benfica dan Basel berhasil keluar sebagai juara dan runner-up grup, sementara skuat asuhan Ferguson secara menyedihkan hanya mampu finis di posisi ketiga dan harus bermain di kompetisi Liga Europa.

Berikut pembagian grup Liga Champions selengkapnya.

manchester united

* Penyisihan grup akan berlangsung mulai 12 September-6 Desember 2017.
* Jadwal pertandingan penyisihan grup Manchester United bisa dilihat di sini.
Read more

2017-08-24

Welcome Back! Zlatan Ibrahimovic Penyempurna Lini Depan United

zlatan ibrahimovic
Foto: ManUtd.com

Petualangan Zlatan Ibrahimovic bersama Manchester United masih belum usai. Meski kontraknya sempat tidak diperpanjang pada akhir Juni 2017 lalu, namun kini manajemen United punya rencana baru untuk Ibra. Bomber asal Swedia itu kembali menandatangani kontrak berdurasi satu tahun di Old Trafford dan melanjutkan misinya yang belum tuntas musim lalu.

Kembali dikontraknya Zlatan Ibrahimovic oleh United sebenarnya bukan sebuah kejutan. Pasalnya, selama bursa transfer musim panas ini, Jose Mourinho selalu mengatakan bahwa dia belum menutup pintu jika Ibra bersedia untuk kembali. Apalagi Ibra juga menjalani proses pemulihan cederanya di AON Training Complex milik United.

Kini, ‘King Ibra’ resmi memperkuat Manchester United lagi dan akan memakai nomor punggung 10, yang baru saja ditinggalkan oleh Wayne Rooney. Bahkan kabarnya, untuk kembali bergabung ke MU Zlatan Ibrahimovic bersedia gajinya dipotong dari 300 ribu poundsterling per pekan yang diterimanya musim lalu, menjadi hanya 125 ribu poundsterling per pekan. Namun, hal ini belum dikonfirmasi oleh pihak-pihak terkait.

zlatan ibrahimovic

Zlatan sempat diminati beberapa klub lain seperti AC Milan dan LA Galaxy. Jika merujuk pada pernyataan sang pemain yang mengungkapkan keinginannya untuk tetap bermain di level tertinggi, Milan memang punya kans mendapatkan Ibra. Apalagi mereka baru saja diakuisisi oleh konsorsium Tiongkok yang mempunyai kekuatan finansial besar. Namun, Ibra lebih memprioritaskan Manchester United sebagai tim yang akan diperkuatnya setelah pulih dari cedera nanti.

Babak Baru Kerja Sama Mourinho dan Ibrahimovic


Jose Mourinho mengatakan: “Kami senang Zlatan menjalani masa pemulihan yang baik. Ambisi dan pengalamannya kini kembali bersama kami. Setelah kontribusinya yang besar musim lalu, dia pantas mendapat kepercayaan lagi dan kami akan bersabar menunggunya kembali. Saya tidak memungkiri jika dia akan menjadi pemain yang penting di paruh musim kedua nanti.”

Seperti diketahui, Ibrahimovic musim lalu adalah topskorer bagi MU di semua kompetisi. Total 28 gol dibuatnya dalam 46 penampilan. Catatan itu terbilang impresif mengingat usianya yang sudah 35 tahun, cukup uzur untuk seorang penyerang top di Premier League.

Ibra lalu mengakhiri musim dengan buruk usai mendapat cedera lutut parah saat melakoni pertandingan di Liga Europa bulan April 2017. Namun, perkembangan cederanya ternyata lebih cepat dari yang diperkirakan. Pada beberapa video yang diunggah ke akun Instagram pribadinya, tampak Ibrahimovic sudah bisa melakukan gerakan-gerakan yang seolah menunjukkan bahwa dia akan segera kembali ke lapangan hijau dalam waktu dekat.

zlatan ibrahimovic

Dikutip dari situs resmi Manchester United, Zlatan Ibrahimovic mengatakan bahwa dia kembali untuk menyelesaikan apa yang telah dia mulai sebelumnya. Ya, Ibra memang belum menuntaskan pekerjaannya di MU. Meski berhasil meraih trofi Community Shield, Piala Liga Inggris dan Liga Europa, namun Ibra gagal mengantarkan timnya meraih gelar juara Premier League.

“Klub selalu menginginkan saya untuk bertahan, begitu pula dengan saya. Tidak sabar rasanya untuk kembali bermain di Old Trafford, tapi saya juga harus memastikan terlebih dahulu bahwa saya siap. Saya telah bekerja keras dan akan melanjutkannya untuk memastikan saya bisa mendapatkan kondisi terbaik untuk kembali turun ke lapangan,” kata Ibrahimovic.

Di luar itu, musim 2016/17 juga akan spesial bagi Zlatan Ibrahimovic. Pasalnya, Manchester United kembali berkiprah di Liga Champions musim ini. Ibra pun berkesempatan untuk meraih gelar juara, yang belum pernah ia dapatkan sepanjang kariernya, sebelum memutuskan untuk pensiun kelak. Musim lalu, Ibra telah mendapatkan trofi kompetisi Eropa pertamanya bersama MU. Sekarang gilirannya meraih trofi kompetisi paling bergengsi yang sudah lama diimpikannya.

Lini Depan United Makin Ngeri!


Hadirnya raja gol MU musim lalu itu juga menambah opsi Mourinho untuk pemain depan. Selain mempunyai penyerang-penyerang muda potensial seperti Anthony Martial dan Marcus Rashford, MU juga punya bomber haus gol seperti Romelu Lukaku. Keberadaan Ibra pun dinilai sangat cocok untuk menjadi mentor sekaligus contoh bagi penyerang-penyerang yang dipunyai MU saat ini.

zlatan ibrahimovic

Mengenai waktu comeback yang tepat, awalnya mantan pemain Paris Saint-Germain itu memang diprediksi baru bisa pulih pada Januari 2018 mendatang. Tapi setelah empat bulan menjalani proses pemulihan, perkembangannya sangat luar biasa. Salah seorang sumber dari Manchester United bahkan mengatakan bahwa Ibra bertekad untuk melakoni laga debutnya ketika Manchester United menjamu Tottenham Hotspur di Old Trafford, pada 28 Oktober 2017 mendatang.

Itu artinya, Mourinho tidak perlu menunggu terlalu lama. Meski hanya melakukan tiga pembelian pemain baru di bursa transfer awal musim ini, tambahan tenaga Ibrahimovic dinilai sudah cukup membuat Manchester United mempunyai kedalaman skuat mumpuni untuk mengarungi kompetisi yang padat musim ini. Sebagai informasi, MU akan bermain di empat kompetisi sekaligus, yaitu Premier League, Piala Liga Inggris (Carabao Cup), Piala FA, dan Liga Champions.



Sumber: ManUtd.com
Read more

Tersingkir dari AGT Bukan Akhir, Demian Tetap Membanggakan!

demian aditya
Foto: NBC

America’s Got Talent (AGT) 2017 telah memasuki babak quarterfinal (live show). Pada minggu lalu dari 12 kontestan, lima di antaranya harus gugur dan menyisakan tujuh yang melaju ke semifinal. Awal minggu ini, giliran 12 kontestan lain yang tampil untuk memperebutkan tujuh tempat di babak berikutnya. Ilusionis asal Indonesia, Demian Aditya, termasuk di dalamnya.

Masyarakat Indonesia memang tidak bisa menonton langsung penampilan Demian di stasiun TV NBC. Saya pun hanya menonton penampilan Demian dari channel Youtube America’s Got Talent, yang diunggah beberapa saat setelahnya.

Sama seperti pada dua penampilan sebelumnya, Demian Aditya selalu bikin penontonnya deg-degan. Di babak quarterfinal week 2 ini, saya pun yakin Demian akan melakukan aksi yang lebih menegangkan ketimbang yang sebelumnya.

Jalannya Pertunjukan Demian Aditya


Benar saja, alur permainan Demian kali ini memang lebih berbahaya. Dia masuk ke sebuah peti yang digantung di ketinggian. Peti tersebut ditahan oleh tali, yang nantinya akan dibakar, perlahan-lahan putus dan membuat peti jatuh ke bawah. Jika peti kayu yang ditempati Demian jatuh, maka akan langsung menghantam tiga buah besi di bawahnya, yang sudah diselimuti api juga.

demian aditya

demian aditya

demian aditya

Pada bagian atas petinya terdapat dua buah lubang yang digunakan demian untuk menunjukkan aksinya. Kedua tangannya diborgol, lalu seluruh sisi petinya dikunci dengan paku. Pertunjukan awalnya berjalan sesuai rencana. Borgol di kedua tangan Demian berhasil terlepas. Sampai akhirnya, hal yang tidak diinginkan itu terjadi.

Entah apa yang berlangsung di tengah-tengah permainan Demian. Terjadi sebuah kesalahan teknis yang menyebabkan penonton dan para juri bertanya-tanya, termasuk saya. Saya sempat mengira ini adalah bagian dari permainan. Tapi lama kelamaan, saya yakin bahwa itu memang murni kesalahan teknis yang tidak diduga oleh Demian dan para krunya.

demian aditya
Peti tersangkut dan tidak terjun ke bawah.

Peti yang harusnya direncanakan langsung terjun dan menghantam besi-besi yang ada di bawahnya, ternyata tersangkut di atas setelah turun hanya beberapa sentimeter. Dua orang juri yang mungkin merasa kecewa pun langsung menekan tombol buzzer (X), yaitu Simon Cowell dan Mel B. Sementara Heidi Klum dan Howie Mendel masih bersabar menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.

Semua mengira Demian masih terjebak di dalam peti yang tergantung di atas. Seperti biasanya, Demian lalu mengejutkan penonton dan para juri dengan muncul di belakang meja juri. Tapi itu tidak cukup menyelamatkan penampilannya, karena sambutan yang diberikan tidak seantusias pada dua penampilannya yang lalu.

Antara Kecewa dan Sedih, Tapi Tetap Bangga


Sejujurnya saya merasa sedih atas apa yang terjadi dengan Demian. Saya bisa membayangkan apa yang seharusnya terjadi jika semua berjalan sesuai rencana. Tapi rencana tinggal rencana. Segala hal memang mungkin terjadi dalam sebuah pertunjukan langsung (live show). Sayangnya, kesalahan teknis yang terjadi pada Demian datang di waktu yang tidak tepat.

Di babak quarterfinal ini, Demian harusnya menjadi sorotan dari publik Amerika Serikat dan dunia untuk mendapat vote sebanyak-banyaknya. Namun, kegagalan itu tak dipungkiri cukup mengecewakan para penonton yang kemudian kurang memberi atensi padanya.

Meski demikian, Indonesia tidak sepantasnya kecewa dengan Demian Aditya. Kita harus tetap bangga dan memberi dukungan pada ilusionis yang sudah jauh-jauh pergi ke Amerika untuk mengharumkan nama Indonesia. Tidak ada yang menyangka sebelumnya, ada seseorang dari Indonesia bisa masuk dalam daftar kontestan yang lolos sampai ke babak live show di ajang pencarian bakat sebesar America’s Got Talent.

Lewat sebuah unggahan di akun Instagram pribadinyanya, Demian pun sebenarnya mengaku masih belum mau pulang dan ingin terus menunjukkan aksi-aksi berbahaya lainnya di AGT. Namun masyarakat yang memberi vote berkata lain. Jumlah vote untuknya masih belum cukup untuk mengantarkan Demian melaju ke babak semifinal.



Terima kasih Demian Aditya, karena telah membawa nama Indonesia di pentas internasional dan atas segala perjuanganmu!

Thank you America, thank you @agt, it’s been a wonderful experience. Now it’s time for me to go home. I will keep doing things that I love most, beeing in death-defying moment, because that’s what keeps me alive.” ~Demian Aditya
Read more